rss
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

Selasa, 10 Februari 2015

Snorkeling dan Pulau Tidung


salah satu spot snorkling di pulau tidung
Snorkeling adalah cara sesorang menikmati keindahan dalam laut dengan mengambang di permukaannya. Berbeda dengan diving, kalo diving itu lebih ke menyelamnya. Aku ga akan ngejelasin secara text book apa itu snorkeling dan diving, bagaimana tekniknya dan bla bla bla. Aku pengen share aja pengalaman pertamaku snorkeling. :’)

Jadi waktu semester awal kuliah aku sudah merasakan hawa-hawa ga enak dari jurusan yang aku ambil ini, kayaknya ‘hari libur’ itu bakal jadi hal yang langka. Jadi setiap ada hari libur aku selalu merencanakan destinasi untuk ngebolang. Karena aku si anak singkong yang terlahir unutk bertualang. Hehe. Ceritanya berawal dari kakaku yang iseng-iseng cari paket travel ke pulau tidung lewat twitter. Nah kalo ga salah nemu tuh namanya barokah travel. Eh, bener ga ya? Lupa lagi ding. Nah, pkoknya tarvel yang menyediakan jasa traveling gitu lah ya. Haha. Nah, travel ini recommended banget gan. Kenapa? Kita dapet paket ke pulau tidung 3 hari 2 malam dengan hepeng kurang dari 400rb gan. Kalo buat turis kere macam aku ini adalah hal yang menyenangkan. Tau ga apa? (engga.) eh kan aku belom cerita, jadi mau tau ga nih? (iya, mau). Haha.


Pulau Tidung adalah salah satu kelurahan di kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta, Indonesia. Pulau tidung ini terbagi dua yaitu, Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil. Penggunaan wilayah di pulau ini berkembang ke arah wisata bahari seperti menyelam serta penelitian terhadap terumbu karang.

Pulau Tidung yang terdiri dari Tidung Besar dan Tidung Kecil yang dihubungkan oleh jembatan panjang yang dinamakan Jembatan Cinta oleh penduduk setempat ini terletak di Kepulauan Seribu Selatan bagian barat, dengan jarak tempuh kurang lebih 3 jam perjalanan dari Muara Angke dengan kapal penumpang.
perjalanan dari muara angke ke pulau tidung memakan waktu sekitar 2 jam dengan perahu. dari kanan ke kiri (kakaku, aku, Avi, Tedy)
 

Sebagai salah satu tujuan favorit paket wisata, pulau tidung ini dapat ditemui perkampungan penduduk dan beberapa warung yang menyediakan makanan dan minuman ringan, selanjutnya jalan setapak yang panjang ini ini akan melewati fasilitas umum, seperti kantor polisi, sekolah setingkat SMU untuk para pelajar dari pulau sekeliling, kumpulan warung dan menuju ke jembatan cinta yang menghubungkan Pulau Tidung Besar dengan Pulau Tidung Kecil tanpa penduduk.

Di awal jembatan penghubung ini, akan ditemui jembatan yang cukup tinggi untuk melalui suatu cekungan laut yang agak dalam, dimana banyak anak kecil penduduk setempat memperagakan loncat indah dari jembatan sebagai sarana bermain mereka, cukup menghibur para wisatawan dan amat mengundang keinginan untuk bisa bergabung dengan mereka melakukan loncat indah di pantai biru tanpa ombak.

gambar orang-orang yang pada berdiri, itulah jembatan cinta.

Di penghujung jembatan penghubung, menapaki pantai Pulau Tidung Kecil yang merupakan kawasan pengembangbiakan mangrove, masih tampil indah ditelusuri dengan bersepeda, melalui jalan setapak yang dipenuhi dengan ilalang dan pantai sepi yang pasirnya putih lembut, sangat indah pemandangannya. (dari mbah wikipedia)

Hari pertama, kita ber-sepuluh di jemput door to door jam 00.00 WIB. Sampe jakarta langsung nunggu di muara angke, kita nyebrang ke pulau tidung dari muara angke pake kapal dolphin, aku ga ngerti apa bedanya kapal dolphin sama lumba-lumba. Yang jelas keduanya sama-sama berbentuk kapal laut. Perjalanan dilaut memakan waktu sampe 2 jam, karna di jalan kita bercanda mulu jadi waktu 2 jam itu ga kerasa. Aku duduk di moncongnya kapal, sambil nikmatin angin laut yang smriwing~ subhanallah... enak banget pokoknya berasa di kapal titanic. Alay! Sampe di pulau tidung saat itu hujan, jadi kita di jemput pake becak motor untuk sampe ke tempat home stay. Sesampainya di home saty kita di sambut dengan welcome drink. Alhamdulillah... suweeegerr rek! :D

Setelah istirahat bentar “kriiing kriiing.....” kita langsung dikagetkan dengan suara bel sepeda, sebenernya sih ga kaget, cuma ngaget-ngagetin diri aja. haha..... keluar pintu langsung senyum sumeringah. Pada rebutan milih sepeda. Berhubung postur tubuhku yang ga gede-gede amat, jadi aku milih sepeda yang agak sedeng, dan yang paling penting lagi sepeda sepeda itu gratis. Cucok, gue banget kalo soal yang gretongan. Haha. jarak dari home stay ke laut ga seberapa jauh di laut kita udah di sambut dengan perahu kano, pada rebutan duduk di moncong perahu. Alhamdulillah aku yang paling depan jadi bisa milih tempat. aku duduk persis dimoncongnya. muahaha :D
transportasi andalan di pulau Tidung

Setelah beberapa menit kita mengambang, sampai juga di tengah laut, dengan kostum renang masing-masing kita pake peralatan snorkeling, peralatannya ga bayar, alias gratis (again!) Haha

And finally... i knew how snorkeling was feel. subhanallah... Maha Karya Allah memang tiada tara. Ternyata di bawah permukaan laut ada ekosistem laut yang menyadarkan kita bertapa Maha Besarnya Allah SWT. Menciptakan semua mahluk sedetail-detailnya dan seindah-indahnya. Ikan warna-warni, terumbu karang beraneka bentuk, ubur-ubur yang unik, bintang laut yang cantik. Ah, subanallah, alhamdulillah, laa illa ha illallah , allahu akbar. Hanya lafaz itu yang bisa ku lantunkan untuk mengekspresikan pemandangan laut yang baru kali pertama itu aku liat. :’)
Setelah puas, kita melanjutkan perjalanan ke ikon pulau tidung. You musn't miss it. Jembatan Cinta. Yap, that was everyone told me 'bout pulau tidung. Bahkan sebelum pergi temenku bilang “jangan lupa kalo ke pulau tidung ke Jembatan Cinta ya, terus lu lompat dari atas ke bawah.”  Sesampainya di Jembatan Cinta ya aku sih biasa aja, ga yang tiba-tiba menemukan cinta yang hilang, temehek-mehek dan kemudian ter-expose ke media. Haha. Ya keles, acara realiti show. Jembatan Cinta mah biasa aja. Jadi konon asal muasal nama jembatan cinta ini adalah dulu di Pulau Tidung hanya terdapat dua buah penginapan. Penginapan pertama dikhususkan untuk para pria sedangkan penginapan lainnya diperuntukkan bagi para wanita. Hati salah seorang pengunjung pria dan wanita tersebut saling tertarik satu sama lain. Kemudian, keduanya sering berjanji untuk bertemu di jembatan yang menghubungkan Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil. Akhirnya, mereka saling jatuh cinta dan menjalin hubungan, hingga sepulang dari liburan mereka di pulau ini. Kemudian, mereka menikah dan menjalani bahtera rumah tangga dengan penuh keindahan. Nah, gitu deh pokoknya. Para wisatawan yang dateng ke sana berharap kehidupan cerita cinta mereka lebih indah. Kalo buat aku sih ga ngaruh apapun. Haha. Ya, karena aku telah menitipkan semua cintaku pada-Nya dan hanya berharap dipertemukan pada tempat dan waktu yang tepat. dan ga harus di jembatan cinta gan!

Habis dari jembatan cinta, kita makan di salah satu tempat makan yang ada di pinggiran pantai, banyak ko yang jual makanan di sana jadi jangan takut kelaperan ya. Cuma ya itu, harganya lumayan beberapa kali lipat dari harga biasanya. Maklum namanya juga tempat wisata kan?!,

Puas memanjakan lidah dan perut, kita lanjut dengan permainan banana boat. Aslinya banana boat itu Cuma bisa buat 8 orang, tapi karna kita bersepuluh ga ada yang mau ngalah, akhirnya naiklah kita semua. Setelah merapihkan diri dalam barisan, ngeeeeeng.... banana boat mulai di taring dengan kapal. “lepas tangaaan, lepas tangaan....” semua berteriak, dan.... byuuurrrr... banana boat terbalik kita semua jatuh dari atasnya dengan keadaan mulut terbuka, tau kan rasanya air laut itu asin banget? Nah, gitu tuh berasa minum air kumur sakit gigi. Gokil gaes. Haha. Masih belum puas. kita akhirnya naik lagi ke atas banana boat, dan kejadian di atas banana boat berulang kembali. Haha. Alhamdulillah tapi aku seneng, meski munum air laut yang asin, setidaknya aku bersyukur lidahku masih bisa merasakan asinnya air laut. :’) setelah itu kita balik ke home stay untuk membersihkan diri, beribadah dan beristirahat.


mejeng dulu sebelum banana boatnya di tarik perahu :D
 
Hari kedua, kita explore pulau tidung dengan sepeda. Pulau tidung itu aslinya kecil, dan aku baru tau. Setelah nyadar sepanjang kita goes sepeda ga jauh-jauh dari pemandangan laut, padahal udah dari ujung ke ujung. Kita berburu oleh-oleh khas pulau tidung, makan makanan khas orang sana, dan berakhir dengan sesi foto-foto. Haha

Malemnya, ada acara barbeque-an di pinggir pantai. Semua jenis ikan ada di situ, dan asiknya lagi  tempat makannya lesehan di atas pasir. Kalo kata orang arab mah “ajiippp...” sambil makan, sambil dengerin orang-orang main gitar, sambil nikmatin angin malem pantai. Aduhay... alhamdulillah nikmat banget.  Selesai dari acara itu kita balik ke home saty buat istirahat karena besok siang kita harus pulang dan ngejar jadwal keberangkatan kapal yang Cuma ada sampe jam 1 siang.

Sedih harus ninggalin tempat seindah ini, tapi... insha Allah bakal balik lagi ke tempat ini, kembali lagi ke jembatan cinta bersama cinta yang halal. :’)

“Selalu ada cara untuk menikmati indahnya bumi Allah di belahan dunia manapun, melihat, menjaga, melestarikan, dan mensyukurinya.”  - Fatimah.

    
                                      SALAM SINGKONG

Posting Komentar